Baterai Bekas Bisa Jadi Aset Bernilai? Jereh Buktikan Daur Ulang Skala Besar Bisa Untung

(SeaPRwire) –

By: Oliver Hawthorne

a8eeaa3492c93ca868a50c7da87b9798 From Waste to Value: How Jereh Builds the Circular Ecosystem for Batteries

Apakah daur ulang baterai yang patuh peraturan bisa berkelanjutan dan menguntungkan? Ini adalah pertanyaan yang mengganggu industri saat EV dan penyimpanan energi berkembang. Kabar ini keluar dari Yantai, China, pada 15 Juni 2026.

Jereh Zhengzhou Lithium Battery Recycling Demonstration Facility

Jereh punya jawabannya. Fasilitas demonstrasi daur ulang baterai cerdas di Zhengzhou, China, telah memproses lebih dari 15.000 ton bahan baku. Tingkat pemanfaatan di atas 80%. Ia untung dalam tahun pertama operasi. Tingkat pemulihan dan kemurnian massa hitam melebihi 98%. Efisiensi pemisahan tembaga dan aluminium mencapai 96%. Fasilitas ini validasi Peralatan Daur Ulang Baterai Lithium 1.0 Jereh. Kemudian, mereka buat versi 2.0. Ini meningkatkan kapasitas garis tunggal tahunan sebesar 50%. Keamanan dan efisiensi operasi juga lebih baik. Solusi Regenerasi Bahan Katoda LFP mereka mengurangi biaya 40% via proses fisik kering. Tidak ada buang air limbah. Emisi karbon turun sekitar 60%.

Jereh memperluas jejak global. Mereka berpartner lokal di Korea Selatan, Australia, Hungaria, dan AS. Peralatan 2.0 di Guangzhou dan Chongqing akan beroperasi dalam beberapa minggu. Baru-baru ini, Jereh menandatangani perjanjian dengan Witthal Gulf untuk proyek daur ulang baterai lithium benchmark di Abu Dhabi. Ini menunjukkan daur ulang baterai bukan hanya kewajiban. Ia menjadi aset strategis untuk keamanan pasokan material kritis.

Author bio: Oliver Hawthorne, Principal Correspondent di review teknologi internasional, meliput transisi energi dan teknologi baterai.