Senat AS Bidik Terobosan Regulasi Kripto pada April Saat Senate Banking Committee Siapkan Pemungutan Suara

TLDR

  • (SeaPRwire) –   Senat mendorong pemungutan suara pada April untuk memajukan regulasi crypto yang telah lama ditunggu-tunggu

  • Anggota legislatif bertujuan untuk menyelesaikan peran SEC dan CFTC dalam regulasi crypto

  • Regulasi crypto mendapatkan urgensi menjelang pemilihan paruh waktu 2026

  • Masalah stablecoin dan token membentuk draf final regulasi crypto

  • Tinjauan komite Senat membuka jalan bagi perubahan besar regulasi crypto

Anggota legislatif AS semakin dekat untuk memajukan regulasi crypto, dengan April sekarang ditetapkan sebagai jendela legislatif kunci. Komite Perbankan Senat berencana untuk memulai kembali diskusi dan mendorong RUU terstruktur ke tahap selanjutnya. Akibatnya, regulasi crypto di Amerika Serikat bisa segera beralih dari tahap perdebatan menjadi kebijakan yang dapat diterapkan.

Komite Perbankan Senat Beri Sinyal Dorongan Regulasi Crypto pada April

Bill Hagerty mengkonfirmasi bahwa Komite Perbankan Senat akan melanjutkan pekerjaan regulasi crypto pada bulan April. Ia menyatakan bahwa anggota legislatif bertujuan untuk memasukkan RUU tersebut ke dalam tahap tinjauan komite dalam beberapa minggu ke depan. Proses ini menandakan urgensi baru setelah penundaan selama berbulan-bulan.

Upaya sebelumnya dihentikan oleh anggota legislatif karena gangguan politik dan ketidaksepakatan kebijakan yang belum terselesaikan. Namun, anggota komite sekarang tampak sejalan untuk memajukan regulasi crypto melalui sesi markup formal. Akibatnya, April bisa menandai kemajuan terstruktur pertama tahun ini.

Komite harus meninjau dan menyetujui RUU tersebut sebelum dipertimbangkan di pleno Senat. Sementara itu, koordinasi dengan komite pertanian masih diperlukan karena peran pengawasan yang dimiliki bersama. Oleh karena itu, regulasi crypto terus bergantung pada keselarasan antar komite.

Debat Yurisdiksi Membentuk Inti Kerangka Regulasi Crypto

Kerangka kerja yang diusulkan bertujuan untuk menentukan wewenang regulasi antara Securities and Exchange Commission dan Commodity Futures Trading Commission. Saat ini, kedua lembaga mengklaim yurisdiksi yang tumpang tindih atas aset digital. Regulasi crypto kekurangan standar penegakan yang konsisten.

SEC memperlakukan banyak token sebagai sekuritas, sedangkan CFTC mengklasifikasikan aset utama sebagai komoditas. Perbedaan ini menyebabkan pengawasan berbasis penegakan alih-alih aturan yang jelas. Oleh karena itu, RUU tersebut berupaya untuk menetapkan batas yang tegas dalam regulasi crypto.

Anggota legislatif berencana untuk memperkenalkan persyaratan perizinan bagi bursa dan kustodian. Mereka juga bertujuan untuk menentukan standar pengungkapan bagi penerbit token. Oleh karena itu, regulasi crypto bisa membawa kewajiban kepatuhan yang seragam di seluruh pasar.

Tekanan Politik dan Pengaruh Industri Menggerakkan Garis Waktu

Dinamika politik mempercepat regulasi crypto menjelang pemilihan paruh waktu 2026. Anggota legislatif menyadari pengaruh kelompok advokasi aset digital yang terus meningkat. Akibatnya, regulasi crypto sekarang memiliki implikasi elektoral.

Coinbase dan kelompok yang berafiliasi telah mengindikasikan kemajuan terkait ketidaksepakatan kebijakan utama. Hal ini termasuk kekhawatiran atas imbal hasil stablecoin dan pertimbangan etis yang terkait dengan aset tokenisasi. Oleh karena itu, negosiasi tampak semakin dekat ke titik penyelesaian.

Komite politik yang berfokus pada crypto telah meningkatkan pendanaan dan aktivitas kampanye di sepanjang siklus pemilihan. Kehadiran finansial ini terus membentuk prioritas legislatif di Washington. Akibatnya, regulasi crypto sekarang berpotongan dengan strategi politik yang lebih luas.

Anggota legislatif bertujuan untuk menyelesaikan persetujuan komite sebelum siklus pemilihan semakin intens. Namun, mereka masih harus menyelesaikan masalah teknis dan yurisdiksi yang belum terselesaikan. Oleh karena itu, regulasi crypto masih terus berjalan tetapi belum selesai.

Pemungutan suara komite yang berhasil akan menetapkan jalur legislatif yang jelas bagi aset digital. Hal ini juga akan mengurangi ketidakpastian yang telah membatasi pertumbuhan pasar domestik. Oleh karena itu, regulasi crypto bisa membentuk kembali cara Amerika Serikat mendekati keuangan digital.

 

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.