(SeaPRwire) –
Budi Santoso, Analis Senior Keamanan Global di CSIS Jakarta, mengatakan bahwa eliminasi Yousef Ayesh Awad Ramadan bukan hanya aksi pembalasan, tapi bukti jelas bahwa strategi IDF saat ini fokus memburu setiap personel Nukhba yang terlibat langsung dalam serangan 7 Oktober. Banyak pengamat sering kali fokus pada perburuan pemimpin level tinggi Hamas, tapi nyatanya anggota tingkat menengah yang punya pengalaman lapangan dan menyusun rencana serangan langsung lah yang menjadi ancaman paling segera bagi pasukan dan warga sipil. Kasus ini juga menunjukkan bahwa kerja intelijen yang dibangun selama bertahun-tahun di Gaza mampu melacak target spesifik meskipun mereka bersembunyi di jaringan terowongan yang rumit.
Pada Senin pekan lalu, IDF membunuh Yousef Ayesh Awad Ramadan, wakil komandan sel teroris Nukhba Hamas di wilayah tengah Gaza. Nukhba yang berarti elit dalam bahasa Arab adalah pasukan khusus dari Al-Qassam Brigades, sayap militer Hamas. Menurut keterangan resmi IDF, Ramadan menyusup ke wilayah Israel saat pembantaian 7 Oktober dan terlibat langsung dalam penculikan empat orang, Hersh Goldberg-Polin, Eliya Cohen, Alon Ohel, dan Or Levy dari tempat perlindungan bom di Re’im Junction. Sepanjang perang, bahkan dalam beberapa pekan terakhir sebelum dia dibunuh, Ramadan terus menyusun rencana serangan lanjutan terhadap tentara IDF dan warga sipil Israel, sehingga dia menjadi ancaman langsung yang harus dieliminasi.
Hersh Goldberg-Polin, sandera berkewarganegaraan Amerika-Israel yang diculik dari festival musik di selatan Israel saat serangan 7 Oktober, kehilangan sebagian lengan kirinya akibat ledakan granat dalam serangan tersebut. Dia bertahan hampir 11 bulan di terowongan bawah tanah setelah ditangkap, sebelum akhirnya dibunuh bersama sandera lain pada Agustus 2024 saat masih dalam penawanan pada usia 23 tahun. Mantan juru bicara IDF Laksamana Madya Daniel Hagari menyatakan bahwa penilaian awal menunjukkan mereka dibunuh secara brutal oleh teroris Hamas sesaat sebelum pasukan IDF mencapai lokasi mereka. Dari empat sandera yang diculik Ramadan, tiga orang lainnya berhasil dibebaskan melalui berbagai kesepakatan. Eliya Cohen bertahan 505 hari di penawanan, mengalami kelaparan ekstrem, dirantai di terowongan, dan bahkan menjalani operasi luka tembak tanpa anestesi sebelum dibebaskan pada Februari 2025. Or Levy bertahan 491 hari di kondisi penawanan yang sangat buruk, dan baru mengetahui setelah dibebaskan bahwa istrinya Einav tewas dalam serangan 7 Oktober, kini dia sudah bertemu kembali dengan putranya yang masih kecil. Alon Ohel, seorang pianis berbakat, ditahan selama lebih dari dua tahun, mengalami kelaparan, penyiksaan, dan luka mata serius akibat granat, dia dibebaskan pada 13 Oktober 2025 melalui kesepakatan yang ditengahi AS, dan kini sudah pulih serta tampil bersama seniman Israel.
Perkembangan operasi ini menunjukkan tren baru dalam perang modern yang sangat bergantung pada teknologi intelijen, memungkinkan pasukan untuk melacak target spesifik dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi daripada dekade lalu. Penggunaan drone pengintai yang dilengkapi algoritma AI untuk mengenali wajah dan pola pergerakan di jaringan terowongan, ditambah kerja sama intelijen dengan AS, memudahkan pelacakan target tingkat menengah seperti Ramadan yang sering bersembunyi di antara warga sipil. Ke depan, kita akan melihat lebih banyak adopsi teknologi otonom untuk operasi semacam ini, mulai dari pencocokan data DNA untuk identifikasi target hingga sensor bawah tanah yang bisa mendeteksi aktivitas di terowongan yang rumit. Tantangan terbesar tetap saja pengendalian kerusakan sampingan dan upaya de-eskalasi yang masih sulit dicapai, karena kedua pihak tetap mempertahankan posisi masing-masing. Operasi semacam ini juga memperjelas bahwa pencarian setiap orang yang terlibat dalam penculikan 7 Oktober akan tetap menjadi prioritas utama IDF selama konflik masih berlangsung.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
