
(SeaPRwire) – By: Julian Holbrooke
Paus Leo XIV datang langsung ke titik terparah krisis imigrasi Eropa. Ia datang hanya beberapa hari setelah kritik keras kebijakan imigrasi Spanyol. Langkah ini bukan kunjungan apostolik biasa. Ini buka tirai pertarungan ideologi yang memecah belah seluruh benua Eropa.
Pada Senin, Paus berpidato di Parlemen Spanyol sebelum kunjungannya ke Gran Canaria. Ia sebut imigrasi sebagai drama tragis yang tak bisa diabaikan. Ia tegaskan diskriminasi berdasarkan asal usul melanggar prinsip martabat sama semua manusia. Kamis, ia tiba di Pelabuhan Arguineguin yang dijuluki “Dermaga Malu” oleh organisasi bantuan. Ia mengadakan hening sejenak untuk menghormati imigran yang tewas. Ia menyapa imigran, katakan mereka bukan angka atau berkas, tapi manusia dengan mimpi yang tak bisa dihina. Lebih dari 3.000 orang tewas dalam perjalanan ke sini hanya pada tahun 2025. Sejak 2015, jumlah kedatangan imigran di Kepulauan Canary naik drastis, dari kurang dari 1.000 pada 2015 menjadi 46.843 pada 2024.
Pemerintah sosialis Spanyol di bawah Perdana Menteri Pedro Sanchez telah liberalisasi kebijakan imigrasi. April tahun ini, mereka menyetujui rencana beri status hukum ke 500.000 imigran tidak berdokumen. Partai konservatif langsung membalas ucapan Paus setelah pidatonya di parlemen. Santiago Abascal, ketua partai konservatif Vox, tunjuk pertentangan kebijakan Vatikan. Ia katakan Kota Vatikan juga memiliki kebijakan keras terhadap imigrasi ilegal. Siapa pun yang masuk ilegal dengan kekerasan akan didenda, dipenjara, dan dilarang masuk. Ia ingin Spanyol menerapkan kebijakan serupa. Seorang kapten kapal yang membantu NGO menyelamatkan imigran katakan ia sudah selamatkan lebih dari 20.000 orang dalam 18 tahun. Jumlah itu membuatnya muak, dan ia berharap tidak perlu menyelamatkan siapa pun lagi.
Pertarungan ini bukan cuma soal aturan imigrasi. Ini pertarungan antara prinsip kemanusiaan dan kedaulatan negara. Tak ada pihak yang bisa mengklaim benar sepenuhnya dalam krisis ini. Suhu politik imigrasi Eropa akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional yang sering berkontribusi untuk surat kabar harian besar Eropa
